Tags

, ,

Kalau kawan tau apa itu triathlon, tentu akan terbayang seperti apa rasa lelahnya. Tiga hari belakangan ini saya sepertinya mengikuti lomba triathlon. Rasa lelah timbul karena kegiatan kampus yang tidak ada henti-hentinya datang silih berganti. Saya sendiri harus berpindah lokasi setiap sesi. Bayangkan saja kalau dalam sehari ada tujuh sesi (07.00 sampai 19.00), saya harus berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan menenteng tas ransel yang berisi berkas nilai dan draft skripsi mahasiswa yang akan saya uji di hari itu. Beban pundak saya bertambah banyak.

Tiga hari terakhir ini adalah masa yang paling berat karena saya harus melakukan pengujian skripsi sampai malam hari. Bukan tanpa alasan, keterbatasan ruang dan jadwal yang menyebabkan kami harus harus melakukan seminar skripsi marathon seperti itu. Belum lagi jadwal wisuda yang semakin mepet ditambah mahasiswa yang ingin mengejar kelulusan harus ekstra kerja keras untuk mencapai hasil penelitian yang telah diujikan proposalnya. Jadinya, dosen dan mahasiswa kerja keras untuk menyelesaikan skripsi. Saya harus mengkoreksi setumpuk berkas skripsi yang menutupi meja saya, dan mahasiswa harap-harap cemas menunggu persetujuan seminar skripsi dari saya. Belum cukup sampai di situ, saya juga dikejar oleh mahasiswa yang pernah saya uji proposalnya. Mereka harus mencocokkan jadwal ujian bimbingan saya dengan jadwal menguji pembimbing mereka. Saya juga begitu harus menyesuaikan jadwal saya dengan dosen penguji bimbingan saya. Harus hati-hati menentukan jadwal, jangan sampai tabrakan dengan jadwal yang lain.

Alhamdulillah ada aplikasi seperti Google Calendar yang membantu saya mengatur jadwal ujian dari perangkat apapun. Terkadang mahasiswa datang mengatur jadwal ujian saat saya menggunakan komputer, jadi langsung saja buka calender di komputer dan mengisi jadwal. Kalau saya sedang main HP, saya buka aplikasi di hape. Terima kasih Google.

Oh ya, setelah selesai dengan pengujian saya harus pindah ke arena selanjutnya. Kalau di triathlon, setelah renang dan bersepeda, saya harus lari jarak jauh lagi. Kalau sudah selesai dengan proses bimbingan dan pengujian. Maka selanjutnya adalah tahap revisi hasil ujian. Saya harus memastikan mahasiswa bimbingan dan yang saya uji benar-benar mengerjakan revisi ujian. Belum lagi mahasiswa yang harus ujian ulang karena gagal saat ujian. Mereka juga mengejar saya untuk memastikan saya memberikan nilai kepada mereka. Ada yang cukup datang ujian ulang sekali, ada juga yang harus bolak balik datang untuk ujian ulang. Ini tentu menguras energi dan pikiran untuk berpindah dimensi dari mode membimbing ke mode menguji dan ke mode merevisi hasil koreksi ujian. Belum sempat sampai di situ, saya harus memikirkan kelas mata kuliah yang saya ampu. Sudah lama tidak bersua dengan mahasiswa saya karena padatnya kegiatan di kampus. Ini benar-benar seperti triathlon yang akan berulang setiap tahun.

Advertisements