Tags

“ Kalau pulang kerja, terus kumpul-kumpul dengan kawan sejawat dan masih menceritakan tempat kerja atau kerjaan. Berarti tempat kerja kamu tidak nyaman.”

comfort

Seorang kawan pernah mengatakan hal itu kepada saya. Apa betul pernyataan kawan saya itu? Benarkah tempat kerja saya tidak nyaman karena saya selalu bercerita tentang tempat kerja bersama kawan-kawan? Apa benar juga bahwa saya tidak nyaman dengan tempat kerja saya saat ini? Ini pertanyaan sulit untuk dijawab. Apalagi ditulis di blog ini. Takutnya tulisan ini menjadi afirmasi bahwa tempat kerja saya tidak nyaman untuk bekerja. Pertanyaan yang sebenarnya harus dipertanyakan adalah apakah ada tempat kerja yang nyaman bagi pekerjanya? Google saja yang menjadi tempat kerja paling nyaman di dunia menurut majalah Forbes, tetap saja tidak nyaman bagi beberapa orang yang pernah kerja di sana. Jadi, benarkah kalau bercerita tentang tempat kerja untuk menandakan bahwa tempat kerja kita tidak nyaman?

Ada peribahasa yang mengatakan “Rumput tetangga selalu lebih hijau”. Manusia tidak akan pernah puas akan hal yang dia raih saat ini. Selalu saja kita melihat bahwa apa yang dihasilkan atau diraih oleh orang lain jauh lebih baik dari dirinya. Mungkin inilah sifat alamiah manusia yang selalu tidak pernah puas. Banyak hal yang membuat kita tidak puas terhadap tempat kerja. Bisa saja karena insentif yang kurang banyak. Bisa juga karena lingkungan kerja yang terlalu banyak intrik kotor. Mungkin juga karena rekan kerja yang tidak suportif, saling sikut, tidak profesional, atau apapun itu. Atau, mungkin atasan yang tidak menyenangkan, suka merendahkan karyawan, pemarah, dan lain sebagainya. Saya kira itu semua bisa menjadi alasan mengapa seseorang mengatakan tempat kerjanya tidak nyaman. Bagi saya bagaimana? Saya membenarkan bahwa tempat kerja saya tidak nyaman pada beberapa hal, tetapi tidak untuk keseluruhan. Apapun kata orang tentang ketidaknyamanan yang mereka alami, saya anggap semua itu menjadi referensi saya untuk tidak memasuki zona tidak nyaman itu. Saya akan menciptakan zona nyaman saya sendiri. Hidup nyaman selalu juga sebenarnya tidak enak. Coba bayangkan bagaimana rasanya jika selalu merasa nyaman, bisa saja itu membunuh karakter kita sendiri. Akhirnya kita tidak menjadi manusia berkembang, stagnan di suatu tempat.

Kita butuh ketidaknyamanan untuk bisa menciptakan kenyamanan sendiri. Tempat kerja yang tidak nyaman memang bukan pilihan semua orang, tetapi jika sudah berada di dalamnya kita perlu mencari celah untuk tetap merasa nyaman. Kalau kita selalu menceritakan ketidaknyamanan tempat kerja, apalagi sampai menjelek-jelekkan tempat kerja pada orang lain, bukankah ini sama saja dengan mengencingi sumur yang airnya kita minum sendiri? Menjijikkan bukan? Tulisan ini sepertinya hipokrit, tetapi saya hanya ingin menjawab pernyataan di awal tadi. Tidak ada tempat kerja yang nyaman untuk bekerja. Kenyamanan kerja itu tergantung pada toleransi dan kapabilitas kita dalam menerima ketidaknyamanan dalam bekerja. Kita tidak tau sampai kapan kita bisa kompromi dengan tempat kerja kita sendiri. Ketidaknyamanan tempat kerja tidak dipengaruhi satu hal saja. Ada banyak sekali entitas dan konstrain yang terlibat untuk menciptakan ketidaknyamanan itu. So, daripada curhat ria tentang ketidaknyamanan tempat kerja, mending pikirkan bagaimana menciptakan kenyamanan sendiri. Kalau tidak mampu menciptakannya, pilihannya cuma dua kok. Lebih baik berhenti dari tempat kerja itu atau bertahan tapi  tetap sakit hati. Kalau memilih berhenti, maka pindahlah ke “tetangga” yang rumputnya lebih hijau. Pertanyaannya adalah, apa kita berani mengambil keputusan seperti itu? Banyak orang yang terpaksa memilih pilihan kedua dengan alasan keamanan atau mungkin kejelasan status sosial. Tidak banyak yang mampu menerima kenyataan kalau dia tidak punya tempat kerja jika memilih keluar. Kecuali, kalau kita punya potensi yang dicari oleh tempat kerja lain. Hal ini justru menjadi poin plus bagi mereka yang ingin berhenti dari tempat kerja sebelumnya.

Jadi, tempat kerja yang nyaman itu seperti apa sih? Kawan bisa jelaskan?

Advertisements