Tags

hobby

Hasil pembicaraan bersama teman beberapa waktu yang lalu sepertinya menarik untuk saya bahas pada blog kali ini. Pada awalnya kami membicarakan hobi dan segala macam kegilaan terhadap hobi tertentu. Sebenarnya bicara tentang hobi sudah pernah saya bahas di Mainan Lelaki. Kali ini saya ingin membahas pernyataan teman saya. “Lelaki itu lemahnya di perempuan Kri (ini saya), klo gak punya hobi ya biasanya lari ke perempuan nanti”, begitu kata teman saya. Pernyataan itu ada benarnya.

Kita mungkin sudah mendengar banyak cerita bagaimana keperkasaan lelaki takluk di hadapan perempuan. Julius Caesar bertekuk lutut di hadapan Cleopatra. Kisah Laila Majnun, Kusyrau dan Syirin, dan banyak lagi kisah tentang lemahnya lelaki di hadapan perempuan. Lalu pertanyaan mengapa lelaki begitu lemah terhadap perempuan? Mungkin sejak awal diciptakannya manusia pertama oleh Allah, perempuan sudah ditakdirkan sebagai ‘kriptonite’ bagi lelaki. Ya ini hanya persepsi saya pribadi, semoga tidak memunculkan kontroversi.

Oke saya akui bahwa lelaki selalu lemah di hadapan wanita. Lemah ini bukan pada tenaga fisik tetapi justru pada mental. Apalagi lelaki yang sudah beristri akan lemah di hadapan istrinya dan perempuan lain. Jadi kata teman saya, salah satu cara untuk mengalihkan perhatian lelaki adalah dengan memiliki hobi. Asal bukan ‘hobi’ perempuan. Tetapi memiliki hobi unik tentu butuh biaya yang besar. Ini bisa berpengaruh dengan keuangan rumah tangga jika tidak ada manajemen keuangan yang baik.

Kalau lelaki lebih suka berbelanja untuk hobinya, perempuan justru hobinya berbelanja. Bukan begitu kawan? Sebenarnya ini menjadi masalah dalam rumah tangga karena seringnya istri kurang mendukung hobi dari suaminya. Suami juga sering berbohong tentang hobinya. Misalnya suami penghobi sepeda gunung, membeli sadel seharga jutaan rupiah tentu adalah kepuasan tersendiri. Nah, kalau ditanyakan harganya oleh istrinya, seringnya si suami akan memberikan informasi harga yang jauh dari harga sebenarnya. Dilema sih. Terkadang jujur jauh lebih menyakitkan daripada berbohong. Tapi kalau ketahuan jauh lebih mengerikan.

Seperti pernyataan saya sebelumnya, hobi itu untuk mengalihkan perhatian lelaki dari perempuan lain. Kalau kawan sekalian bagaimana? Apalagi hobi itu kan untuk pemenuhan kebutuhan mental. Saya tidak mengatakan bahwa lelaki yang tidak memiliki hobi akan mudah teralihkan perhatiannya ke perempuan atau sebaliknya. Jadi semua kembali pada pribadi masing-masing. Saya sendiri yang mengakui kelemahan yang satu ini memilih untuk menggeluti hobi saat ini. Masalah biaya bisa dicari solusinya. Itu aja sih.

Advertisements