Tags

, , , ,

Ada satu hal yang menyenangkan dari kesenangan saya membaca buku, yaitu berburu buku. Layaknya seperti berburu hewan liar saya harus mendatangi belantara buku dan tentunya itu bukan toko buku seperti Togamas atau Gramedia. Salat satu lokasi yang wajid didatangi para pemburu buku di Kota Bandung adalah Palasari. Wilayah yang terletak sebelah selatan Kota Bandung ini sempat terkenal sebagai pasar buku terbesar di Asia Tenggara. Tempat ini menjadi lokasi berdirinya ratusan toko buku sehingga layak disebut pasar buku. Buku yang dijual juga beragam, mulai dari buku lawas hingga buku baru sekalipun. Palasari menjadi pilihan para pemburu buku ketika toko buku besar tidak lagi menjual buku tertentu. Mungkin karena sudah tidak cetak lagi atau memang bukunya sudah sangat lama. Misalnya saja buku Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dan Siti Nurbaya tidak akan saya temukan di Gramedia maupun Togamas, namun Palasari tetap menyediakan buku tersebut. Bahkan kemarin ketika mencari buku tentang Ki Hadjar Dewantara, masih ada toko yang menyediakannya.

Suasana di Pasar Buku Palasari

Suasana di Pasar Buku Palasari

Buku-buku yang dijual di Palasari tidak semuanya buku yang masih baru karena banyak juga yang menyediakan buku bekas. Buku-buku seperti ini biasanya merupakan buku mahasiswa yang telah lulus kuliah lalu menjual buku mereka ke Palasari. Ada juga orang luar yang menjadi distributor buku langka ke beberapa toko di Palasari. Ada satu syarat penting ketika berkunjung ke Palasari, yaitu kita harus punya daftar judul buku yang ingin dibeli. Toko buku di Palasari tidak seperti toko buku pada umumnya karena kita tidak bisa berkeliling melihat buku yang tersusun di rak. Lebih banyaknya kita hanya langsung memberikan daftar buku kepada penjual buku lalu mereka akan berkeliling untuk mengumpulkan buku dari daftar kita. Terkadang juga kita harus berkeliling ke beberapa toko buku untuk menanyakan ketersediaan judul buku yang sedang kita cari. Saya sendiri harus berkeliling ke beberapa toko buku untuk menanyakan buku yang sedang saya cari. Satu hal yang menarik dari setiap toko buku di Palasari adalah tawaran diskon yang terkadang sampai 30% sampai ada buku yang bisa dibeli dengan hanya lima ribu rupiah. Untung saja kemarin saya tidak membawa uang tunai sehingga tidak dapat berbelanja buku.

Koleksi Buku Langka

Koleksi Buku Langka

Tumpukan Buku

Peringatan di tumpukan buku

Palasari bagi saya sama halnya dengan Kwitang di Jakarta (dulu sebelum direlokasi) atau Simpang Wilis di Malang. Kita harus pandai-pandai memilih kualitas buku yang kita cari karena kebanyakan buku yang dijual di sana tidak berasal langsung dari penerbit resmi. Terkadang ada beberapa jenis buku merupakan cetak ulang dari percetakan yang notabene bukan milik penerbit buku tersebut. Masalah kualitas hasil cetak tidak perlu diragukan karena sekalipun “buku bajakan”, tulisan dan jenis kertas tidak buruk. Hanya saja kita harus jeli melihat kondisi buku karena terkadang ada juga yang memiliki kualitas jelek. Masalah harga juga kita harus pintar menawar karena terkadang untuk kualitas keras dan cetakan tertentu dipatok dengan harga sedikit lebih tinggi. Namun untuk beberapa buku langka, tidak salahnya jika dibeli dengan harga sewajarnya. Misalnya saya ditawarkan buku Soewardi Soerjaningrat (Ki Hadjar Dewantara) dengan harga 30 ribu rupiah. Bukunya juga sangat langka untuk ditemukan karena terakir kali dicetak pada tahun 70-an. Sayangnya saya tidak bisa membelinya karena tidak membawa uang tunai. Saya mengira di sekitar Palasari terdapat ATM BNI dan ternyata perkiraan saya salah. Sekalipun tidak bisa membeli buku tersebut saya berharap bulan depan akan kembali lagi ke sana untuk belanja buku. Belum lagi Komunitas Lentera Ilmu (akan saya bahas dalam postingan tersendiri) yang akan saya gagas pastinya membutuhkan koleksi buku untuk disumbangkan ke Blambangan Umpu, Way Kanan Lampung. Kegiatan berburu buku kemarin sangat menyenangkan sampai saya tidak sadar menghabiskan waktu selama 3 jam berkeliling di Palasari. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan kemurahan rezeki supaya tetap bisa memperkaya diri dengan ilmu melalui buku. Aamiin.

Advertisements